TIRTAJAYA - Setiap tahunnya bencana Rob memang menjadi bagian warga Dusun Sarakan Desa Tambaksari yang kini telah porak poranda, hanya saja untuk tahun ini, dirasakan banjir rob yang mendera warga Dusun Sarakan begitu besar hingga hanya menyisakan sekitar 44 KK (kepala keluarga) yang masih bertahan, setelah sebagian warganya telah meninggalkan kampung halamannya.
tercatat, dalam kurun waktu hanya lima tahun, tanah hunian warga Dusun Sarakan telah hilang sekitar 300 meter yang kini menjadi bagian dari perairan selat Sunda tersebut, padahal di lahan 300 meter itu terdapat puluhan pemukiman warga dan sarana pendidikan yang kini hanya tinggal puing-puing yang kandas diterjang gelombang.
hal tersebut membuktikan bahwa permasalahan banjir Rob di Dusun Sarakan tersebut tidak ada langkah prefentif untuk mencegah hancurnya daratan tersebut, semuanya berasumsi tidak ada yang bisa melawan kehendak alam, padahal semuanya alasan tersebut sangat klasik.
menurut salah satu pengungkapan warga Dusun Sarakan, Udin (32) banjir Rob sekarang ini yang mengunjungi kampung halamannya dirasakan paling besar, dengan insentitas kedatangannya siang dan malam "kalau angin dari barat rob ini datang pada malam hari sekitar pukul 19.00 sampai 21.00 wib, sedangkan kalau arah angin dari timur air laut yang besar itu datang sekitar pukul 07.00 sampai 09.00 wib. walaupun hanya 2 jam setiap siang dan malam banjir rob tersebut sekarang ini menyengsarakan kami" terangnya kepada Pasundan Ekspres, Selasa (18/11) ketika ditemui di kediamannya yang sudah hancur.
pada waktu dan tempat yang sama, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Karawang yang membidangi lingkungan, Karda Wiranata mengatakan bahwa dirinya merasa sangat terenyu melihat secara langsung kondisi warga Dusun Sarakan dan lingkungannya. menurutnya kondisi di Dusun Sarakan sudah masuk dalam ketagori sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan warganya, dan sebagai tindak lanjutnya dirinya akan mendesak pemerintah Pusat dan Profinsi untuk segera turun tangan dalam mengantisipasi bencana banjir Rob yang berkepanjangan ini "ini merupakan tanggung jawab pemerintah Pusat dan Profinsi untuk menanggulangi bencana berkepanjangan ini, yang kondisinya sudah mengancam jiwa warga Dusun Sarakan" tukasnya ketika ditemui Pasundan Ekspres, Selasa (18/11) di lokasi bencana pada saat memberikan bantuan.
dikatakan Karda Wiranata, jika tidak ad respon dari Pemerintah Pusat ataupun Profinsi dirinya akan mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang untuk segera bertindak mengatasi permasalahan ini, karena walau bagaimanapun juga daerah-daerah rawan bencana seperti Dusun Sarakan ini harus segera diberikan solusi dan langkah nyata "sekitar 9 Kecamatan di Kabupaten Karawang ini yang langsung berhadapan dengan laut, dan kemungkinan tidak hanya di Dusun Sarakan saja yang diintai ancaman banjir Rob, maka dari itu kalau tidak ada respon dari Pemerintah Pusat atau Profinsi, saya melalui kelembagaan akan mendesak Pemkab Karwang untuk segera turun tangan" terangnya.
yang pasti, lanjut Karda, dengan melihat kondisi yang memprihatinkan seperti ini, Fraksi PDI P akan merekomendasikan Dusun Sarakan ini dimasukkan ke dalam bantuan aspirasi pada anggaran 2009 mendatang "dengan melihat secara langsung kondisi Dusun Sarakan, saya akan memasukannya ke dalam proyek aspirasi pada APBD 2009 mendatang" pungkasnya. (aef).
Rabu, 19 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar