JAYAKERTA - Antusias guru-guru yang diwadahi PGRI dalam memeriahkan HUT PGRI yang ke 63 begitu semarak dengan menggelar pertandingan 7 Cabang Olahraga yang melibatkan 173 Guru dari 7 Ranting (6 ranting SD dan 1 ranting SMP, red), terlebih lagi dalam pertandingan Bola Volly yang memang olah raga tersebut begitu diminati di Kecamatan Jayakerta.Dalam memperingati HUT PGRI yang ke-63 ini, PGRI cabang Jayakerta mengedepankan momentum ini sebagai ajang sialturahmi para anggota PGRI Jayakerta setelah sekian lama vakum karena tidak berjalannya kepengurusan PGRI terdahulu, sesuai dengan tujuannya tajuk kegiatan ini pun adalah "Mempererat silaturahmi melalui bidang oleh raga" yang diselenggarakan sejak tanggal 14 - 24 November 2008 "saya sengaja menggunakan moment ini untuk memupuk ajang silaturahmi antara anggota PGRI yang sudah sekian lama terputus" ujar Rohiman Adi Susanto, Ketua PGRI Cabang Jayakerta ketika ditemui Pasundan Ekspres, Kamis (20/11) dilokasi pertandingan bola Volly yang memasuki perempat final.menurut pengakuan Ketua PGRI Cabang Jayakerta, Rohiman Adi Suseno, dalam memulai kepemimpinannya dengan menjadi ketua PGRI Jayakerta, dirinya membidik penguatan jalinan silaturahmi terlebih dahulu sebelum melakukan hal yang lebih besar untuk kemaslahatan PGRI Jayakerta "dimulai dari penguatan silaturahmi saya yakin bisa melakukan hal yang besar dengan rekan-rekan di PGRI yang lainnya.dikatakan Kabid Olahraga, Napin (40), terselenggaranya pertandingan dalam memeriahkan HUT PGRI yang ke-63 ini murni dari partisipasi seluruh anggota PGRI yang memang berantusias sekali untuk mengikutinya, pasalnya setelah sekian lama tertidur para Anggota PGRI Jayakerta ini merasa haus untuk bisa berinteraksi lagi dengan sesama anggota PGRI yang lainnya di lingkup Kecamatan Jayakerta "memang sangat tepat jika momentum ini menjadi ajang sialturahmi" tukasnya.terlebih lagi, Napin (40) melanjutkan, jauara-juara dalam pertandingan ini akan mewakili PGRI Kecamatan Jayakerta dalam pertandingan lintas Cabang PGRI yang diselenggarakan PGRI Kabupaten "pastinya, tim ataupun individu yang menjuarai di cabang olah raga yang di gelar ini, akan mewakili PGRI Kecamatan Jayakerta di tingkat Kabupaten" terangnya.yang pasti, pelaksanaan kegiatan ini tidak mengganggu aktivitas rutin kami untuk mengajar "selama kegiatan ini jam sekolah sampai dengan pukul 10.00 wib, setelah itu kami melanjutkan pertandingan kompetisi ini" pungkasnya (aef)
Kamis, 20 November 2008
Maksimalkan Potensi Industri Untuk Mensejahterakan Rakyat
KARAWANG - Diketahui, income terbesar Bangsa ini dari Industri berasal dari daerah Jawa Barat yang diantaranya Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang yang memang luas kawasan Industrinya dan banyak investor dari luar Negeri yang membuka Perusahaan di daerah tersebut, hal tersebut diungkapkan oleh Ir Daniel Lumban Tobing, Calon Legislatif DPR RI dari PDI P kepada Pasundan Ekspres ketika beretemu di Sekretariat DPC PDI P Karawang kemarin, Rabu (19/11).
akan tetapi, Ir Daniel Lumban Tobing melanjutkan, Anggota DPR RI yang duduk sekarang ini paling hanya beberapa persen yang berlatar belakang dari Dunia Industri, sedangkan Industri merupakan sesuatu yang sangat penting Dewasa ini, hampir di beberapa Kabupatean yang awalnya daerah Agraria kini beralih ke Industri, bahkan untuk di Kabupaten Bekasi saja porsentase 60 - 70 persen lahan pekrjaan berasal dari Industri "sekarang ini, Industri merupakan faktor yang sangat penting untuk mensejahterakan rakyatnya, bagaimana wakil rakyat di senayan sana bisa memaksimalkan peranan Industri di Negara ini kalau latar belakangnyapun bukan dari Industri" ujar Lelaki Lulusan terbaik Kiyoto University (Universitas Di Jepang, red).
dikatakan Ir Daniel, saya sudah bergelut di Dunia Industri hampir 14 tahun dengan menjadi JM (jeneral manager) disalah satu Perusahaan Printer di Bekasi yang hampir mempekerjakan sekitar 12 ribu Karyawan. secara finansial kehidupan saya lebih dari cukup, akan tetapi sekarang ini dengan mencalonkan menjadi perwakilan Rakyat Kabupaten Karawang, Purwakarta dan Bekasi yang sangat potensial sekali Industrinya, saya berkeyakinan pengalaman saya di Dunia Industri akan lebih tepat dengan menjadi wakil Rakyat di DPR RI sana" terang Caleg nomor urut 7 tersebut.
permasalahan sekarang ini di Indonesia, lanjut Ir Daniel adalah membludaknya lulusan SMK yang targetanya adalah lapangan pekerjaan di Industri, sedangkan untuk lapangan kerja yang ada di Industri sekarang sangatlah terbatas terlebih lagi dengan datangnya krisis Global yang mengakibatkan perusahaan-perusahaan yang berasal dari luar Negeri hengkang dari Indonesia yang otomatis meninggalkan puluhan ribuan tenaga kerjanya, dan hal tersebut merupakan masalah "dengan pengalaman saya di Dunia Industri dan hungungan baik dengan Pengusaha dari Luar Negeri yang saya rintis, merupakan modal utama untuk memaksimalkan Dunia Industri yang tujuannya mensejahterakan rakyat. sebab ketika keadaannya seperti ini, langkah yang akan saya lakukan adalah dengan mempertahankan perusahaan yang ada di Indonesia dan mengundang Pengusaha dari Luar Negeri untuk menyediakan lapangan pekerjaan di Indonesia khususnya di Kabupaten Karawang, Purwakarta dan Bekasi yang potensinya bisa saya lihat dari infrastruktur jalan, ketiga Kabupaten tersebut mempunyai akses jalan menuju ke Pelabuhan yang memberikan keuntungan dalam Perindustrian" paparnya.
yang paling penting sekarang ini, tambahnya, kalau berpolitik tidak ada hasilnya untuk Rakyat buat apa, berpolitiklah untuk mensejahterakan rakyat" pungkasnya. (aef)
akan tetapi, Ir Daniel Lumban Tobing melanjutkan, Anggota DPR RI yang duduk sekarang ini paling hanya beberapa persen yang berlatar belakang dari Dunia Industri, sedangkan Industri merupakan sesuatu yang sangat penting Dewasa ini, hampir di beberapa Kabupatean yang awalnya daerah Agraria kini beralih ke Industri, bahkan untuk di Kabupaten Bekasi saja porsentase 60 - 70 persen lahan pekrjaan berasal dari Industri "sekarang ini, Industri merupakan faktor yang sangat penting untuk mensejahterakan rakyatnya, bagaimana wakil rakyat di senayan sana bisa memaksimalkan peranan Industri di Negara ini kalau latar belakangnyapun bukan dari Industri" ujar Lelaki Lulusan terbaik Kiyoto University (Universitas Di Jepang, red).
dikatakan Ir Daniel, saya sudah bergelut di Dunia Industri hampir 14 tahun dengan menjadi JM (jeneral manager) disalah satu Perusahaan Printer di Bekasi yang hampir mempekerjakan sekitar 12 ribu Karyawan. secara finansial kehidupan saya lebih dari cukup, akan tetapi sekarang ini dengan mencalonkan menjadi perwakilan Rakyat Kabupaten Karawang, Purwakarta dan Bekasi yang sangat potensial sekali Industrinya, saya berkeyakinan pengalaman saya di Dunia Industri akan lebih tepat dengan menjadi wakil Rakyat di DPR RI sana" terang Caleg nomor urut 7 tersebut.
permasalahan sekarang ini di Indonesia, lanjut Ir Daniel adalah membludaknya lulusan SMK yang targetanya adalah lapangan pekerjaan di Industri, sedangkan untuk lapangan kerja yang ada di Industri sekarang sangatlah terbatas terlebih lagi dengan datangnya krisis Global yang mengakibatkan perusahaan-perusahaan yang berasal dari luar Negeri hengkang dari Indonesia yang otomatis meninggalkan puluhan ribuan tenaga kerjanya, dan hal tersebut merupakan masalah "dengan pengalaman saya di Dunia Industri dan hungungan baik dengan Pengusaha dari Luar Negeri yang saya rintis, merupakan modal utama untuk memaksimalkan Dunia Industri yang tujuannya mensejahterakan rakyat. sebab ketika keadaannya seperti ini, langkah yang akan saya lakukan adalah dengan mempertahankan perusahaan yang ada di Indonesia dan mengundang Pengusaha dari Luar Negeri untuk menyediakan lapangan pekerjaan di Indonesia khususnya di Kabupaten Karawang, Purwakarta dan Bekasi yang potensinya bisa saya lihat dari infrastruktur jalan, ketiga Kabupaten tersebut mempunyai akses jalan menuju ke Pelabuhan yang memberikan keuntungan dalam Perindustrian" paparnya.
yang paling penting sekarang ini, tambahnya, kalau berpolitik tidak ada hasilnya untuk Rakyat buat apa, berpolitiklah untuk mensejahterakan rakyat" pungkasnya. (aef)
Rekanan PT Pertamina Palsu Merajalela

Rekanan PT Pertamina Palsu Merajalela
RENGASDENGKLOK - Pasca musibah yang menimpa Salba (30) warga Dusun Bengle Desa Dewisari yang terkena ledakan tabung gas bersubsidi beberapa waktu silam, ternyata berbuntut turunnya orang-orang yang tidak bertanggungjawab mengaku dari rekanan Pertamina dengan menawarkan asuransi paket gas konversi dengan memanfaatkan ketakutan warga. padahal kejadian tersebut bukannya hal baru, karena pada saat paket gas subsidi tersebutpun banyak yang mengaku-ngaku rekanan PT Pertamina dengan menjual selang. kenyataannya, berdasarkan keterangan dari Konsultan Pertamina bahwa perusahaan berlambang kuda laut tersebut tidak bekerjasama ataupun rekanan dengan perusahaan manapun.
Diketahui bahwa PT Pertamina hanya mendistribusikan kepada warga, karena setelah paket gas elpiji subsidi dibagikan pada warga PT. Pertamina sudah lepas tangan, dalam artian tidak menurunkan rekanan atau sejenisnya untuk mengawasi paket gas tersebut, kecuali jika ada persoalan khusus dan itupun menggunakan mekanisme melalui Pemeritah Desa yang dilanjutkan ke puhak Pertamina, maka PT. Pertamina akan turun membantu persoalan gas elpiji tersebut.
mengenai PT Pertamina tidak mepunyai rekanan juga dijelaskan oleh petugas pendistribusian kompor gas elpiji konversi PT. Pertamina Karawang, Agus, Kamis (20/11) menurutnya, paket gas sibsidi yang dibagikan kepada warga secara otomatis telah dilindung asuransi langsung dari pemerintah. "Rekanan pertamina itu tidak ada, kalau ada yang mengaku rekanan pakai logo kuda laut, sebenarnya orang-orang itu sedang kita cari. Kalau warga memergoki mereka, baiknya laporkan saja pada polisi," terangnya kepada Pasundan Ekspres.
Berdasarkan pantauan Pasundan Ekspres Di Desa Medang Asem, beberapa rumah tangga ikut asuransi tersebut, seperti dialami Marni (35) warga Dusun Pawanda, Desa Medang Asem, dirinya mengaku sudah membayar hingga Rp 130 ribu kepada pihak yang mengatas namakan asuransi dari PT. Pertamina. Ibu yang keseharian pedagang nasi ini sempat ditakut-takuti bahwa kompor gas elpiji konversi tidak aman dan rentan meledak. "Ya akhirnya saya takut, terus ikut asuransi yang mereka tawarkan, padahal saya juga sudah menolak. Saya pun dipaksa membayar iuran bulanan Rp 80 ribu," akunya.
Hasil telewicara dengan nomor telepon yang tertera pada kartu asuransi, penerima telepon mengatakan, perusahaannya termasuk rekanan PT. Pertamina yang menjual selang regulator otomatis dengan jaminan asuransi selama setahun. (aef)
RENGASDENGKLOK - Pasca musibah yang menimpa Salba (30) warga Dusun Bengle Desa Dewisari yang terkena ledakan tabung gas bersubsidi beberapa waktu silam, ternyata berbuntut turunnya orang-orang yang tidak bertanggungjawab mengaku dari rekanan Pertamina dengan menawarkan asuransi paket gas konversi dengan memanfaatkan ketakutan warga. padahal kejadian tersebut bukannya hal baru, karena pada saat paket gas subsidi tersebutpun banyak yang mengaku-ngaku rekanan PT Pertamina dengan menjual selang. kenyataannya, berdasarkan keterangan dari Konsultan Pertamina bahwa perusahaan berlambang kuda laut tersebut tidak bekerjasama ataupun rekanan dengan perusahaan manapun.
Diketahui bahwa PT Pertamina hanya mendistribusikan kepada warga, karena setelah paket gas elpiji subsidi dibagikan pada warga PT. Pertamina sudah lepas tangan, dalam artian tidak menurunkan rekanan atau sejenisnya untuk mengawasi paket gas tersebut, kecuali jika ada persoalan khusus dan itupun menggunakan mekanisme melalui Pemeritah Desa yang dilanjutkan ke puhak Pertamina, maka PT. Pertamina akan turun membantu persoalan gas elpiji tersebut.
mengenai PT Pertamina tidak mepunyai rekanan juga dijelaskan oleh petugas pendistribusian kompor gas elpiji konversi PT. Pertamina Karawang, Agus, Kamis (20/11) menurutnya, paket gas sibsidi yang dibagikan kepada warga secara otomatis telah dilindung asuransi langsung dari pemerintah. "Rekanan pertamina itu tidak ada, kalau ada yang mengaku rekanan pakai logo kuda laut, sebenarnya orang-orang itu sedang kita cari. Kalau warga memergoki mereka, baiknya laporkan saja pada polisi," terangnya kepada Pasundan Ekspres.
Berdasarkan pantauan Pasundan Ekspres Di Desa Medang Asem, beberapa rumah tangga ikut asuransi tersebut, seperti dialami Marni (35) warga Dusun Pawanda, Desa Medang Asem, dirinya mengaku sudah membayar hingga Rp 130 ribu kepada pihak yang mengatas namakan asuransi dari PT. Pertamina. Ibu yang keseharian pedagang nasi ini sempat ditakut-takuti bahwa kompor gas elpiji konversi tidak aman dan rentan meledak. "Ya akhirnya saya takut, terus ikut asuransi yang mereka tawarkan, padahal saya juga sudah menolak. Saya pun dipaksa membayar iuran bulanan Rp 80 ribu," akunya.
Hasil telewicara dengan nomor telepon yang tertera pada kartu asuransi, penerima telepon mengatakan, perusahaannya termasuk rekanan PT. Pertamina yang menjual selang regulator otomatis dengan jaminan asuransi selama setahun. (aef)
Langganan:
Komentar (Atom)